Anies-Muhaimin
Prabowo-Gibran
Ganjar-Mahfud
• Mendorong kenaikan persentase minimal perempuan dalam setiap rekrutmen TNI dan Polri. Hal ini terkait dengan kesempatan pekerjaan bagi perempuan dan partisipasi perempuan. 
• Akan meningkatkan keikutsertaan perempuan Indonesia dalam politik luar negeri berkarya.
• Ada topik cuti hamil dan melahirkan yang dikemukakan pasangan Anies-Muhaimin dalam agenda misi nomor 2 tentang kesetaraan akses bagi perempuan dan kelompok rentan untuk berkarya. Program ini akan direalisasikan dengan memastikan implementasi cuti hamil dan melahirkan untuk ibu disertai dengan menghadirkan cuti bagi ayah.
• Menghadirkan tempat penitipan anak yang terjangkau serta ketersediaan ruang laktasi di ruang publik,
• Memberdayakan kaum ibu melalui aktivasi  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk memastikan tumbuh kembang anak, pendidikan karakter dan kegiatan lainnya.
• Layanan krisis terintegrasi dengan fasilitas pengaduan 24 jam, rumah aman, vsum, pengobatan, psikologi gratis, dan bantuan hukum gratis.
• Pemberian bantuan kepada ibu kepala keluarga
• Menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), melalui penguatan peran Posyandu dan Puskesmas termasuk aktivasi bidan dan kader kesehatan;
• Menurunkan prevalensi stunting
•  Memenuhi gizi seimbang dan terjangkau, terutama bagi ibu hamil dan anak usia 0-8 tahun, serta bantuan untuk kelompok rentan;
• Menghadirkan tempat penitipan anak berbasis komunitas;
• Mentransformasi kelembagaan urusan keluarga, perempuan dan anak, untuk menjawab kebutuhan prioritas kesehatan ibu dan anak.

• Menilai dengan mendorong kebijakan dan inisiatif yang melindungi hak-hak perempuan dan kaum penyandang disabilitas, pemerintah dapat meniadakan diskriminasi gender dalam berkontribusi penuh terhadap pembangunan negara.
• Perlu lebih intensif dalam memberikan perlindungan yang cukup untuk tumbuh kembang anak-anak, termasuk kecukupan gizi.
• Berkomitmen untuk memastikan kebijakan bersifat inklusif, berperspektif gender, serta memprioritaskan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
• Bantuan gizi kepada ibu hamil.

• Menyejahterakan perempuan dan anak. Dalam konteks ini, pasangan Ganjar-Mahfud memiliki misi terkait kemajuan dan kesejahteraan perempuan serta anak, sebagaimana dijelaskan dalam poin Perempuan Maju dan Anak Sejahtera.
• Memperkuat posisi perempuan dalam relasi kerja dan menambah cuti melahirkan bagi ibu dengan tunjangan tetap 100%
• Program Kartini Maju yang bertujuan menjamin peran laki-laki dalam rumah tangga dengan memperkuat posisi dan memberikan dukungan di berbagai bidang.
• Misi Jaga Teman yang bertujuan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan berbasis gender.
• Revitalisasi pendampingan korban kekerasan (perempuan&anak, dan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)
• Misi Memperbanyak Tempat Penitipan Anak dengan tujuan agar perempuan dapat lebih produktif baik di sektor informal maupun formal.
• Ibu Sehat, Anak Sehat. Akses layanan Kesehatan selama masa hamil hingga menyusui. Program 1.000 hari pertama, serta pasokan gizi untuk anak hingga 5 tahun. Menurunkan prevalensi stunting.
• Memasukkan kekerasan seksual sebagai tindak kejahatan luar biasa yang komitmennya diwujudkan melalui program Hukum Tegas Kejahatan Luar Biasa (Menegakkan hukum secara tegas dan menghukum dengan sanksi maksimal bagi tindak kejahatan luar biasa, seperti korupsi, bandar narkoba, terorisme, kekerasan seksual, perdagangan manusia, kejahatan lingkungan hidup, dan pelanggaran HAM berat)